PERISTILAHAN BIDANG KOMPUTER DAN APLIKASI TURUNANNYA
Untuk mengatasi kendala bahasa dalam penggunaan komputer, Pemerintah melalui Inpres No. 2 Tahun 2001 menginstruksikan penggunaan komputer dengan aplikasi berbahasa Indonesia. Dengan demikian, diperlukan upaya pengindonesiasian istilah yang digunakan dalam komputer. Untuk menindaklanjuti dikeluarkannya Inpres tersebut, berdasarkan Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 44/M/Kp/IV/2001 dibentuk Tim Pelaksana Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2001 yang, antara lain, bertugas menyediakan perangkat istilah bahasa Indonesia yang berkaitan dengan perkomputeran.
Pedoman Khusus Pembentukan Istilah Komputer
Istilah komputer dalam bahasa Indonesia didasarkan pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah serta pedoman-pedoman khusus istilah terkait lainnya. Di samping itu, perlu pula dipakai ketentuan berikut yang merupakan pelengkap khusus Pedoman Umum Pembentukan Istilah.Bahasa sumber pembentukan istilah komputer adalah bahasa Inggris yang dipakai sebagai bahasa dasar pengembangan perkomputeran. Penentuan prioritas dalam mempertimbangkan dan menentukan pemilihan istilah memperhatikan prioritas alternatif langkah 1 (bahasa Indonesia lazim), langkah 2 (bahasa Indonesia tidak lazim), langkah 3 (bahasa serumpun lazim), langkah 4 (bahasa serumpun tidak lazim), langkah 5 (penerjemahan bahasa asing), langkah 6 (penyerapan dengan/tanpa
penyesuaian ejaan/lafal), dan langkah 7 (penerjemahan dan penyerapan). Pemadanan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia dilakukan berdasarkan beberapa ketentuan sebagai berikut:
(1) Istilah asing dipadankan dengan bahasa Indonesia yang umum. Contoh: delete hapus exit keluar cancel batal
(2) Istilah asing dipadankan dengan bahasa Indonesia yang tidak lazim. Contoh: 14 scan pindaiscanner pemindai hacker peretas
(3) Istilah asing dipadankan dengan bahasa serumpun yang lazim. Contoh: batch tumpak homepage laman
(4) Istilah asing dipadankan dengan bahasa serumpun yang tidak lazim. Contoh: discharge luah download unduh upload unggah
(5) Istilah asing diserap ke dalam bahasa Indonesia:
a. tanpa melalui proses penyesuaian ejaan Contoh: monitor monitor internet internet
b. melalui penyesuaian ejaan Contoh: access akses computer komputer
c. melalui penyesuaian lafal Contoh:design desain manager manajer
d. melalui penyesuaian ejaan dan lafal Contoh:management manajemenarchitecture arsitektur 15
e. melalui penambahan vokal pada akhir kata yang hanya berupa satu suku kata, sekaligus dengan penyesuaian ejaan Contoh: fact fakta norm norma byte bita
Pedoman Khusus Pemakaian Istilah Komputer
Pedoman khusus Pemakaian istikah komputer sebagai berikut:
(1) Kepoliglotan orang Indonesia
Bangsa Indonesia pada dasarnya bersifat poliglot. Oleh karena itu, penggunaan
istilah yang berasal dari bahasa asing asal ‘tampak’ seperti bahasa Indonesia tidak akan merupakan masalah. Dalam percakapan lisan ‘didel’ dibenarkan dipakai di samping ‘dihapus’. Akan tetapi, untuk bahasa tulis sebaiknya dipakai istilah ‘dihapus’.
(2) Istilah Resmi dan Istilah Baku
Seranai istilah yang dihasilkan berdasarkan Pedoman Khusus Pembentukan Istilah Komputer ini merupakan istilah resmi, sehingga harus dipakai dalam setiap tulisan dan dokumen resmi. Adapun pemapanan pembakuan dan pemakaiannya ditentukan berdasarkan keberterimaannya oleh masyarakat umum.
(3) Pengefektifan Penggunaan Istilah
Senarai Istilah Komputer menyediakan seperangkat kosakata bahasa Indonesia untuk digunakan dalam upaya kebahasaan untuk mengefektifkan penyusunan karya tulis bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan persyaratan pola penyajian yang bersifat
tepat, singkat, lugas, dan jelas. Sehubungan dengan itu, upaya penggunaan bahasa Indonesia untuk menurunkan perangkat istilah bersistem amat dianjurkan. Dari istilah akses (access) dapat diturunkan pengakses (accessor), terakseskan (accessible), keteraksesan (accessibility), aksesi (accession), dan seterusnya. Selanjutnya, bila akan dipadankan ‘…new forms of computers will proliferate, including biological computers…’ dalam bahasa Indonesia baku, dikatakan ‘…bentuk barukomputerakanberprolifrasi, termasuk komputer biologis…’bukan’…bentukbentuk
baru komputer-komputer, termasuk komputer-komputer biologis …’. Bentuk terakhir betul menurut tata bahasa Inggris, tetapi menyalahi tata kaidah kalimat bahasa Indonesia baku. Oleh karena itu, istilah Indonesia yang dibakukan adalah bentuk tunggal. Jadi, ada ‘data’ sebagai padanan datum yang dianggap tunggal, dan baru kalau diperlukan, ada bentuk ‘data-data’ untuk padanan data. Begitu pula hanya ada virus untuk virus, sedangkan bentuk jamak viri dipadankan dengan ‘virus-virus’ bukan ‘viri’.