Asiaaudiovisualra09sitilutfiah's Blog











“ SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN “

Sejarah perkembangan Teknologi Pendidikan telah berlangsung dari waktu yang lama sekali, banyak pendapat dan kejadian sejarah yang mendasari awal perkembangan Teknologi Pendidikan, terutama yang berkaitan dengan perkembangan instruksional. Untuk itu penulis mencoba sedikit menguraikan kembali sekelumit hal yang berkaitan dengan sejarah perkembangan Teknologi Pendidikan ( pengajaran dan intruksional )

Sejarah perkembangan teknologi pendidikan menjadi sangat singkat jika dihitung bagaimana jabatan dan pola pikir tlah dibawa bersama sama untuk menciptakan bidang galian dari teknologi pendidikan . peserta didik dari teknologi pendidikan sepanjang tahun 1960 pada umumnya mengikuti salah satu dari dua jalur berikut yaitu pendekatan Audio Visual atau belajar terprogram yang masing masing telah dihubungkan dengan sejumlah kerangka konseptual, adopsi praktis dari kegitan mereka, pelatihan dan kepribdian mereka.

Bagaimana gerakan terbentuknya teknologi pendidikan dimulai oleh salah satu pakar yaitu Dr. James Finn, yang pada saat itu menjadi kepala devisi pendidikan audio visual (DAVI), slah stu tulisan Finn yang terkenal adalah tentang Teknologi dan Proses Pembelajaran . argument utamanya adalah bahwa dalam banyak bidang , masyarakat Amerika Utara telah diubah oleh teknologi dan teknologi itu tak bisa diacuhkan pengaruhnya terhadap pendidikan, cepat atau lambat.
Pada watu itu dua kecendrungan utama yang dapat membedakan tetapi mereka mengalirkan pada arah kebalikan, yaitu : yang pertama adalah kecendrungan ke arah pembelajaran teknologi masa , seperti dngan mencotohkan keunggulan televisi. Dan yang kedua adalah kecendrungan ke arah individualisme.

Teknologi Pendidikan muncul sebagai bidang studi dan kategori jabatan baru pada tahun 1960, tetapi sebelum itu banyak peristiwa sejarah yan menajad dasar dari sebuah pondasi teknologi pendidikan secara keseluruhan. Seperti psejaran perkembangan Instruksional atau pengajaran. Disinni penulis akan menuliskan lebih lanjut mengenai sejarag perkembangan tersebut, menyangkut perkembangan Teknologi Instruksional, terdapat beberapa pendapat mengenai hal tersebut, mereka membaginya ke dalama beberapa priode, di antaranya :

a.Periode 1932 – 1959

Brown (1984) membahas penjelasan yang dikemukakan Seattler sekitar perkembangan teknologi instruksional. Seattler mengemukakan bahwa teknologi instruksional memiliki dua landasan filosofis dan teoritis yang sangat berbeda, yaitu; physical science dan yang kedua behavior sicence. Seattler menjelaskan bahwa konsep ilmu pengetahuan alam tentang teknologi instruksional biasanya berarti penggunaan ilmu pengetahuan alam dan teknologi rekayasa, seperti projektor, tape recorder, televisi dan teaching mekanik untuk menyajikan sekolompok materi instruksional., cirinya adalah bahwa konsep ini memandang berbagai media sebagai pembantu untuk mengajar dan berkecendrungan untu lebih memperhatikan alat dan prosedur dari pada memperhatikan perbedaan individual siswa atau materi pelajaran. Gagasan yang paling berpengaruh dan berakar pada konsep imu pengetahuan alam tentang teknologi instruksional ialah memasukkan material (audio visual) dan mesin (proyektor atau gambar hidup. dan mesin (proyektor atau gambar hidup).

b. Periode 1960 – 1969.

Beberapa kejadian memberikan masukan terhadap prgeseran teoritis secara besar besaran berkenan dengan teknologi intruksional pada akhir tahun 1950 dan awal 1960an, terutama peritiwa peluncuran sputnik pada tahun 1957 yang mencengangkan dunia. Akibat dari itu, terutama di Amerika, sekolah dikritik karena kegagalannya mengjarkan science dan matematika dalam kapaitas yang cukup. Karena itu tekanan lebih di alamatkan kepada teknologi instruksional, akibatnya terdapat dua konstruk teoritis muncul secar bersamaan yang mempengaruhi lapangan teknologi instruksional. Pertama yaitu pengaruh yang kuat dari aliran behaviorisme terhadap semua pendekatan belajar dan yang kedua adalah pendekatan sistem sistem yang datang dari teknik mesin dan teknologi. Gerakan yang berbeda ini akhirnya melahirkan dan saling melengkapi yang disebut dengan Pengajaran Terprogram. Gerakan kaum behavioris melahirkan pegembangan tujuan behavioral, karena diperlukan perumusan tingkah laju lebih lanjut dalam merancang sebuah proses pembelajaran.

b.Periode 1970 – 1983.

Mendekati akhir tahun 1970, muncul kembali pendekatan kognitif dalam pembelajaran. Banyak ahli pikologi yang mengsulakan hal tersebut, salah satunya Wittrock.menurutnya penekatan kognitif berimplikasi bahwa belajar dan pengajaran secara ilmiah akan lebih produktif bila dipelajari sebagai sesuatu yang bersifat internal, yakni suatu proses kognitif berperantara dari pada sebagai produk langsung dari lingungan , orang atau fktor eksternal lainnya.

c.Periode 1983 – muthakir.

Pada masa ini berlangsung kekacau balauan akibat pertengan dari landasan teoritik teknologi instruksional. Perbedaan pendapat ini terutama dialamatkan kepada para perintis audio Visual. Seperti Salomon, yang menganggap audio visual itu sebagai agen informasi dan bukan sebagai stimulus yang langsung untuk respon tertentu. Lebih lanjut mereka berpendapat bahwa media tidak lebih dari kendaraan yang menganku para ahli ke konfrensi pemecahan masalah dan memberi sumbangan terhadappemahaman para ahli tentang masalah tersebut.
Lebih lanjut dari itu sejarah perkembangan Teknologi Pendidikan tidak hanya terbatas pada hal tersebut saja, kita tidak bisa begitu saja melepaskan kaitannya dengan sejarah perkembangan Teknologi Pengajaran.



” PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INTERNET DI INDONESIA ”

Teknologi Informasi semakin maju, menghapus batas Negara serta budaya. Tak terkecuali bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Meskipun penetrasi telepon masih belum sepenuhnya menjangkau saudara – saudara kita di seluruh penjuru Tanah Air, namun harus diakui gelombang penetrasi internet sudah sedemikian dashatnya.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), rata–rata pertumbuhan internet di Indonesia mencapai 25 persen–40 persen per tahun. Di tahun 2008 ini pengguna internet Indonesia diperkirakan 27 juta.

Penggunaan internet dari tahun ke tahun akan semakin membludak seiring dengan semakin banyaknya akses poin internet seperti warnet, Wi-Fi di pusat-pusat keramaian, 3G, HSDPA dan lain-lain. Bahkan, bukannya tak mungkin jika proyek Palapa Ring sukses, bakal tersedia bahdwidth Internet bagi 40.000 desa.

Harus diakui, teknologi informasi bias menjadi pisau bermata dua. Aksesnya yang begitu besar mampu menyediakan beragam informasi, tanpa terkecuali pornografi dan kekerasan. Namun bila dimanfaatkan dengan baik, teknologi informasi bisa menjadi saluran yang dahsyat untuk mendapatkan dan menyampaikan beragam informasi pengetahuan demi kemaslahatan umat manusia.

Ada beberapa unsure yang bisa menjadi fokus dalam pemerataan akses informasi dan Internet bagi daerah-daerah di seluruh Indonesia. Diantaranya adalah e-ducation (pendidikan), dan e-conomy (ekonomi) yang dapat mengurangi gap teknologi komunikasi dan informasi antara pedesaan dan perkotaan.



HAKIKAT TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Teknologi Komunikasi (Teknokom) adalah peralatan perangkat keras dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi dengan individu-individu-individu lain (Rogers, dalam Abrar. 2003).
Secara tersirat definisi di atas bahwa teknokom adalah alat. teknokom dilahirkan oleh sebuah struktur ekonomi, sosial dan politik. teknokom membawa nilai-nilai yang berasal dari struktur ekonomi, sosial, dan politik tertentu. teknokom meningkatkan kemampuan indera manusia, terutama kemampuan mendengar dan melihat. Keempat aspek di atas teknologi komunikasi ini menjadi kriteria dalam menilai apakah sebuah alat (hardware) merupakan teknokom atau tidak. Jika keempat kriteria ini tidak dimiliki oleh sebuah alat (hardware), maka ia tidak bisa dikatakan sebagai sebuah teknokom.
Misal sebutlah telepon seluler (ponsel). Bisakah ponsel disebut sebagai teknokom? Jawabannya ditentukan oleh jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut: apakah ponsel sebuah alat? apakah ponsel dilahirkan oleh struktur ekonomi, sosial dan politik tertentu? apakah ponsel membawa nilai-nilai yang berasal dari struktur ekonomi, sosial dan politik yan gmembuatnya? apakah ponsel meningkatkan kemampuan inder manusia? Jawaban untuk pertanyaan 1 sangat jelas ya. Pertanyaan 2 ia dilahirkan dari struktur ekonomi kapitalis dan sosial liberal. Pertanyaan 3 juga jelas ya, ponsel membawa nilai liberal, pemilik ponsel bisa menghubungiu dan dihubungi siapa saja. Pertanyaan 4 juga jelas ya, ponsel meningkatkan indera dengar orang yang memakainya. Akhirnya ponsel sah sebagai teknokom. Bisa saja ponsel menegasikan nilai tradisional (misalnya sowan), menciptakan gaya hidup dan tingkah laku kapitalis yang profit orinted dan mengamalkan budaya konsumtif, ponsel menjadikan penggunanya memiliki ideologi baru dalam konteks intelektualitas dan moralitas.
Teknologisasi yang terjadi di dunia ketiga adalah ibarat pedang bermata dua, yakni sebagai pembawa dan penghancur nilai-nilai. Sebagai pembawa nilai-nilai yang berjuis-kapitalis Barat yang rasionalistik, individualistik, positivistik, tapi juga sekaligus sebagai penghancur budaya lokal yang religius-asketis, fatalis serta memegang teguh prinsip-prinsip collective collegia (Denis Coulet, dalam Abrar. 2003).
Beda teknologi komunikasi dan teknologi informasi: teknologi informasi adalah pemrosesan , pengolahan dan penyebaran data oleh kombinasi komputer dan telekomunikasi. teknologi komunikasi merupakan alat yang menambah kemampuan orang berkomunikasi. Dalam International Communication Association/ICA (ikatan sarjana komunikasi internasional) bagi sarjana yang menekuni teknologi komunikasi dikelompokkan pada divisi Communication and Technology. Bagi yan gmenekuni tekonologi informasi pada divisi Sistem Informasi. Teknokom berkembang cepat karena bantuan teknologi elektronika, sehingga proses komunikasi tidak lagi dibatasi ruang dan waktu.
Teknologi elektronika membentuk prinsip-prinsipn teknokom: objek bisa diubah menjadi gambar melalui pendekatan lensa. gambar proyeksi bisa diubah mednjadi gelombang elektromagnetik melalui pendekatan foto sel (scanning device). suara bisa diubah menjadi sinyal listrik melalui pendekatan microphone. sinyal listrik yang bermuatan gambar proyeksi dan suara dipancarkan melalui kabel, jasa satelit komunikasi, sinyal listrik bisa dikirim kemana saja di muka bumi, bahkan ke ruang angkasa sekali pun. Sinyal diterima sistem antena dan masuk ke alat yang bisa mengubah sinyal menjadi gambar proyeksi kembali, gambar bisa dilihat di layar monitor, digandakan dan dicetak (Ishadi dan Wahyudi, dalam Abrar. 2003). Teknokom memungkinkan manusia melihat berbagai fenomena sosial yang saling berkaitan dan mempengaruhi., terutama untuk menghadapi masyarakat terbuka (open society). di sisi khalayak (audience), teknokom digunakan untuk mencari, mengolah, membagi, meyimpan, membandingkan, memutakhirkan informasi, sehingga teknokom menjadi sentral dalam proses komunikasi.
Hubungan teknokom dan kebudayaan: teknokom sebagai faktor yang dterminan dalam masyarakat, ia bisa menciptakan perubahan sosial dan mengubah kehidupan masyarakat, misal menjadi lebih egaliter. teknokom sebagai industrialisasi, ia diciptakan secar amassal dalam jumlah yang banyak. teknokom sebagai suatu alat baru, tidak semua efek negatif teknokom bisa dteratassi dengan baik (McOmber, dalam Abrar 2003).
Pesan teknokom adalah mendidik pemakainya untuk: melakukan demassifikasi, tidak massal, terjadi perubahan kontrol pesan ada pada khalayak, dengan memilih informasi yang sesuai dengan keinginan mereka. Sebaliknya massifikasi, kontrol pesan ada pada produser informasi, seperti suratkabar, radio, televisi, khalayak hanya pasrah pada berita yang disiarkan. menyesuaikan diri, ia harus menyesuaikan diri dengan berbagai standarisasi, mulai dari petunjuk teknis penggunaaan, teknis pengiriman pesan, dan nilai nilai kemanusiaan dan makna pesan teknokom. meningkatkan informasi:
(a) berhubungan dengan individu di daerah/negara lain dengan cepat,
(b) menyalurkan aspirasi dan ekspresi yang menjadikan akrab satu sama lain,
(c) mengakses hasil-hasil kebudayaan yang menucul di berbagai daerah/negara lain,
(d) mengingkatkan partisipasi merekadalam kehidupan sosial politik yang menyangkut seluruh daerah/negara lain. Hubungan teknokom dan masyarakat informasi:
pengertian masyarakat informasi:
(a) mereka yang telah terkena terpaan (exposure) media massa dan komunikasi global, masyarakat yang sadar informasi dan mendapat penerangan cukup (istilah populer),
(b) masyarakat yang menjadikan informasi sebagai komoditas yang sangat berharga ekonomis, berhubungan dengan masyarakat lain dalam sistem komunikasi global, dan mengakses informasi superhighway (istilah komunikasi).
Sumber: Abrar, Ana Nadhya. 2003. Tekonologi Komunikasi, Perspektif Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: LESFI



Teknologi Komunikasi Tanpa Kabel

Tulisan kali ini adalah bagian dari serangkaian tulisan mengenai teknologi komunikasi tanpa kabel yang lagi berkembang pesat dewasa ini. Tujuan penulisan hanya untuk sharing knowledge maupun pengalaman bagi teman-teman untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi semua pengunjung website wahana ponsel dan raja ponsel.

Kita tidak mau hanya menjadi pengguna handphone tanpa tau apa yang menyebabkan hanphone kita bisa berdering. Tulisan ini mengajak kita mengenal dunia maya yang kita rasakan keberadaan nya sebagai sarana telekomunikasi tercanggih saat ini. Sudah selaiknya kita mengetahui apa saja yang menjadi elemen network GSM ( Global System for Mobile communication). Apa dan bagaimana telekomunikasi bergerak seluler terjadi? Akan terjawab dalam tulisan ini
Untuk memenuhi kebutuhan manusia berkomunikasi kapanpun, dimanapun, dan dengan siapapun, sistem telekomunikasi bergerak seluler diciptakan dan telah digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Awalnya, memang seperti suatu keajaiban, jika orang bisa berbicara ke orang di belahan benua lain dengan telepon tanpa kabel. Orang awam kebanyakan bertanya, “Koq bisa nyambung? Pakai apa ya?”
Itulah ajaibnya telekomunikasi bergerak seluler. Dibalik keajaiban itu ternyata ada jawaban logis, bahwa komunikasi/hubungan dapat terjadi dengan menggunakan media udara (air interface) dari hand phone ke BTS (Base Transceiver Station merupakan station pemancar dan penerima fhisik nya berupa menara atau tower yang dilengkapi dengan peralatannya) dengan kecepatan 22,8 Kb/s, dari BTS kemudian diteruskan ke BSC sebagai induk dari BTS yang kemudian BSC meneruskan ke SSS (Switching Sub System yang terdiri dari : MSC, HLR, VLR, EIR dan AuC yang akan di jelaskan pada episode mendatang jika ada respon dari teman2) untuk menentukan tujuan telpon kita ke arah mana: HP Ke HP, HP ke fix phone ( telpon rumah ), Interlokal, SLI dll. Prosesnya terjadi sangat cepat, jadi seperti orang berbicara tatap muka.

Nah, hal ini dapat terjadi karena telekomunikasi bergerak seluler mempunyai berbagai perangkat/elemen yang ngerjain seluruh proses yang diperlukan dalam komunikasi/hubungan. Seluruh perangkat dan elemen ini diatur oleh sistem sehingga membentuk jaringan, yang sering kita sebut sebagai network.

Jadi ingat ya, kalau orang berbicara network, berarti orang tersebut berbicara sistem jaringan, yang tentunya akan melibatkan banyak hal. Untuk mengetahui lebih dalam tentang teknologi GSM, melalui website wahana ponsel kita akan kupas satu persatu dalam hal ini

Arsitek Jaringan GSM

Jaringan GSM secara garis besarnya dibagi menjadi 3 sistem yaitu:

1. Switching Sub System (SSS). Tugasnya mengatur komunikasi antar pelanggan GSM, mengatur komunikasi pelanggan GSM dengan jaringan lain, dan sebagai data base untuk manajemen mobilitas pelanggan. Berarti si SSS inilah yang mengatur hubungan telekomunikasi seluler antar pelanggan Telkomsel dan dari/ke pelanggan operator lain, sekaligus mencatat posisi pelanggan, lokal atau roaming atau SLJJ, dls. Kalau di jaringan PSTN, SSS sering disebut sebagai Sentral Telepon, karena semua proses hubungan tercatat di website wahana ponsel ini

2. Base Station System (BSS). Si BSS biasanya memiliki BSC yang bertugas mengendalikan mobile station/pelanggan yang berada dibawah wilayah cakupannya, dan menghubungkan mobile station dengan SSS. BSS merupakan bagian dari radio seluler dari jaringan GSM. Dalam network GSM, radio seluler merupakan elemen utama, karena komunikasi ditransmit melalui frekwensi radio.

3. Operation Maintenance System (OMS). Sedangkan Operation Mainetenance Center bertugas melakukan pengawasan performansi seluruh jaringan BSS dan SSS yang ada dibawah kendalinya, melakukan penanganan gangguan tingkat pertama, loading data base dan memberikan informasi gangguan dan performansi jaringan.

Ibarat perang, BSS merupakan regu prajurit yang gerilya dan ditempatkan dimana-mana. Sedang SSS adalah komandan regu sedangkan OMS adalah pengawas perang. Kali ini, kita beri penghormatan tertinggi dulu buat para prajurit – BSS- untuk dibahas duluan. Setuju, kan?

Base Station System (BSS)

Base Station System (BSS) merupakan bagian dari radio sistem pada network GSM yang terdiri dari: BSC, BTS dan TRAU. Ketiganya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kenapa? Karena fungsi mereka berbeda namun satu dengan lainnya saling mendukung. Bagaimana ‘saling mendukung’nya BSC, BTS dan TRAU, ceritanya begini…. ( he he he kayak kismis : kisah2 mistery ) aja

Base Station Controller (BSC)

BSC adalah bagian inti (intelligent/master) dari sistem BSS yang menghubungkan antara BTS dengan SSS (seluruh data base BTS dan TRAU ada pada BSC). Pada Siemens Base Station antara BSC dan Network SSS perlu bantuan peralatan jaringan lain, berupa Transcoding and Rate Adaptation Unit (TRAU) melalui A-sub interface (interface BSC-TRAU) dan A interface (interface MSC-TRAU).

Adapun fungsi utama dari BSC adalah: data base seluruh network elemen BSS, penyambungan kanal trafik, memproses pensinyalan, pongontrolan daya, menangani fungsi-fungsi operasi dan maintenace serta monitoring system.

Base Transceiver Station (BTS)

BTS dapat dilihat sebagai bagian dasar dalam jaringan BSS dan perlengkapan hubungan antara BSC dan MS (mobile subscriber/pelanggan). Fungsinya sebagai elemen network yang berinteraksi langsung dengan mobile subscriber melalui radio interface (air interface). BTS terdiri dari Tx (transmite) dan Rx (Receive) yang menyediakan kanal pembicaraan. Seperti radio pada umumnya, radio interface di BTS memiliki daya pancar yang terbatas, dalam GSM sering dikenal dengan istilah wilayah cakupan atau radio service area. Cara kerja radio suatu BTS adalah membentuk dan mengatur sel trafik hubungan dan hand over (perpindahan MS dari satu BTS ke BTS lain) yang berada didalam wilayah cakupannya.

Transcoding Rate and Adaptions Unit (TRAU)

TRAU adalah interface antara BSC dan SSS (MSC). Meskipun TRAU merupakan bagian dari BSS, biasanya TRAU diletakkan dekat MSC. Hal ini dimaksudkan untuk penghematan link transmisi.

Pada perangkat TRAU terjadi kompresing link dari dari 64 Kbps dari MSC ke TRAU (4 A-Interface/PCMA) menjadi 16 Kbps dari TRAU ke BSC (1 Asub-Interface/PCMS). Kompresing ini dilakukan hanya untuk traffic channel. Hal tersebut dimaksudkan agar traffic channel yang digunakan untuk percakapan pelanggan bisa lebih banyak 4 kali dari sebelumnya. Sedangkan untuk time slot 0 yang digunakan untuk frame alignment signal dan time slot 16 untuk signaling tidak dilakukan kompresing, kecepatannya tetap 64 Kb/s sebab kalo dikompres juga maka untuk proses pensinyalan akan jadi lambat. Karena di TRAU dilakukan pengkompresan maka TRAU juga melakukan adaptasi suara agar suara pelanggan sama seperti aslinya, tidak terkompres meninggi atau mengecil



PERISTILAHAN BIDANG KOMPUTER DAN APLIKASI TURUNANNYA

Untuk mengatasi kendala bahasa dalam penggunaan komputer, Pemerintah melalui Inpres No. 2 Tahun 2001 menginstruksikan penggunaan komputer dengan aplikasi berbahasa Indonesia. Dengan demikian, diperlukan upaya pengindonesiasian istilah yang digunakan dalam komputer. Untuk menindaklanjuti dikeluarkannya Inpres tersebut, berdasarkan Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 44/M/Kp/IV/2001 dibentuk Tim Pelaksana Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2001 yang, antara lain, bertugas menyediakan perangkat istilah bahasa Indonesia yang berkaitan dengan perkomputeran.

Pedoman Khusus Pembentukan Istilah Komputer
Istilah komputer dalam bahasa Indonesia didasarkan pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah serta pedoman-pedoman khusus istilah terkait lainnya. Di samping itu, perlu pula dipakai ketentuan berikut yang merupakan pelengkap khusus Pedoman Umum Pembentukan Istilah.Bahasa sumber pembentukan istilah komputer adalah bahasa Inggris yang dipakai sebagai bahasa dasar pengembangan perkomputeran. Penentuan prioritas dalam mempertimbangkan dan menentukan pemilihan istilah memperhatikan prioritas alternatif langkah 1 (bahasa Indonesia lazim), langkah 2 (bahasa Indonesia tidak lazim), langkah 3 (bahasa serumpun lazim), langkah 4 (bahasa serumpun tidak lazim), langkah 5 (penerjemahan bahasa asing), langkah 6 (penyerapan dengan/tanpa
penyesuaian ejaan/lafal), dan langkah 7 (penerjemahan dan penyerapan). Pemadanan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia dilakukan berdasarkan beberapa ketentuan sebagai berikut:

(1) Istilah asing dipadankan dengan bahasa Indonesia yang umum. Contoh: delete hapus exit keluar cancel batal
(2) Istilah asing dipadankan dengan bahasa Indonesia yang tidak lazim. Contoh: 14 scan pindaiscanner pemindai hacker peretas
(3) Istilah asing dipadankan dengan bahasa serumpun yang lazim. Contoh: batch tumpak homepage laman
(4) Istilah asing dipadankan dengan bahasa serumpun yang tidak lazim. Contoh: discharge luah download unduh upload unggah
(5) Istilah asing diserap ke dalam bahasa Indonesia:
a. tanpa melalui proses penyesuaian ejaan Contoh: monitor monitor internet internet
b. melalui penyesuaian ejaan Contoh: access akses computer komputer
c. melalui penyesuaian lafal Contoh:design desain manager manajer
d. melalui penyesuaian ejaan dan lafal Contoh:management manajemenarchitecture arsitektur 15
e. melalui penambahan vokal pada akhir kata yang hanya berupa satu suku kata, sekaligus dengan penyesuaian ejaan Contoh: fact fakta norm norma byte bita

Pedoman Khusus Pemakaian Istilah Komputer

Pedoman khusus Pemakaian istikah komputer sebagai berikut:
(1) Kepoliglotan orang Indonesia
Bangsa Indonesia pada dasarnya bersifat poliglot. Oleh karena itu, penggunaan
istilah yang berasal dari bahasa asing asal ‘tampak’ seperti bahasa Indonesia tidak akan merupakan masalah. Dalam percakapan lisan ‘didel’ dibenarkan dipakai di samping ‘dihapus’. Akan tetapi, untuk bahasa tulis sebaiknya dipakai istilah ‘dihapus’.

(2) Istilah Resmi dan Istilah Baku
Seranai istilah yang dihasilkan berdasarkan Pedoman Khusus Pembentukan Istilah Komputer ini merupakan istilah resmi, sehingga harus dipakai dalam setiap tulisan dan dokumen resmi. Adapun pemapanan pembakuan dan pemakaiannya ditentukan berdasarkan keberterimaannya oleh masyarakat umum.

(3) Pengefektifan Penggunaan Istilah
Senarai Istilah Komputer menyediakan seperangkat kosakata bahasa Indonesia untuk digunakan dalam upaya kebahasaan untuk mengefektifkan penyusunan karya tulis bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan persyaratan pola penyajian yang bersifat
tepat, singkat, lugas, dan jelas. Sehubungan dengan itu, upaya penggunaan bahasa Indonesia untuk menurunkan perangkat istilah bersistem amat dianjurkan. Dari istilah akses (access) dapat diturunkan pengakses (accessor), terakseskan (accessible), keteraksesan (accessibility), aksesi (accession), dan seterusnya. Selanjutnya, bila akan dipadankan ‘…new forms of computers will proliferate, including biological computers…’ dalam bahasa Indonesia baku, dikatakan ‘…bentuk barukomputerakanberprolifrasi, termasuk komputer biologis…’bukan’…bentukbentuk
baru komputer-komputer, termasuk komputer-komputer biologis …’. Bentuk terakhir betul menurut tata bahasa Inggris, tetapi menyalahi tata kaidah kalimat bahasa Indonesia baku. Oleh karena itu, istilah Indonesia yang dibakukan adalah bentuk tunggal. Jadi, ada ‘data’ sebagai padanan datum yang dianggap tunggal, dan baru kalau diperlukan, ada bentuk ‘data-data’ untuk padanan data. Begitu pula hanya ada virus untuk virus, sedangkan bentuk jamak viri dipadankan dengan ‘virus-virus’ bukan ‘viri’.



PENINGKATAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
DALAM PENGELOLAAN KAWASAN INDUSTRI DAN LOGISTIK

Bisnis PT. KBN adalah mengelola kawasan industri baik yang berstatus kawasan berikat (export processing zone) maupun non berikat. Jenis jasa utama yang dilakukan oleh PT. KBN meliputi jasa properti yang terdiri dari penyewaan lahan dan bangunan untuk pabrik dengan layanan “one stop service dan kegiatan pelayanan logistik”.
Dengan Visi “menjadi kawasan industri dengan layanan jasa properti dan
logistik yang ramah lingkungan, pilihan utama dan terpercaya”.
Persaingan bisnis yang semakin ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya. Jika dilihat lebih mendalam, ternyata esensi dari persaingan terletak pada bagaimana sebuah perusahaan dapat mengimplementasikan proses penciptaan produk dan atau jasanya secara lebih murah, lebih baik, dan lebih cepat dibandingkan dengan pesaing bisnisnya. Saat ini penerapan teknologi informasi dan komunikasi diperlukan dalam dunia bisnis sebagai alat Bantu dalam upaya memenangkan persaingan.

Pembangunan teknologi informasi dan komunikasi PT. KBN (Persero) Pembangunan Teknologi Informasi Perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam penerapannya rencana strategis Teknologi Informasi senantiasa diselaraskan dengan Rencana Perusahaan, agar setiap penerapan Teknologi Informasi dapat memberikan nilai bagi Perusahaan. Mengacu kepada Arsitektur Teknologi Informasi Perusahaan pembangunan, penerapan Teknologi Informasi yang dilakukan dikategorikan sebagai berikut :

• Aplikasi Teknologi Informasi yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi lain yang ada di dalam Perusahaan antara lain sistem operasi, basis data, network management dan lain-lain.
• Aplikasi yang sifatnya mendasar (utility) yaitu aplikasi Teknologi Informasi yang dipergunakan untuk berbagai urusan utilisasi sumber daya Perusahaan anatara lain sistem penggajian, sistem akuntansi & keuangan dan lain-lain.
• Aplikasi Teknologi Informasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik Perusahaan terutama yang berkaitan dengan proses penciptaan produk/jasa yang ditawarkan Perusahaan antara lain Aplikasi Properti, Aplikasi Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.

Pemanfaatan teknologi informasi & komunikasi PT. KBN (Persero)
Perusahaan sudah pemanfaatkan Teknologi Informasi dalam menunjang kegiatan operasional dan menunjang bisnis utama yaitu Properti dan Logistik.
Perusahaan sudah memiliki aplikasi Teknologi Informasi yang terintegrasi, didukung sistem jaringan komputer transaksi terlaksana secara online dari Kantor Pusat hingga Unit Usaha sehingga dapat mengefisiensikan kegiatan operasional Perusahaan. Pemanfaatan Teknologi Informasi yang sudah dilakukan dalam menunjang kegiatan operasional Perusahaan meliputi bidang-bidang sebagai berikut :

1. Sistem Informasi Akuntansi dan Keuangan
2. Sistem Informasi Properti
3. Sistem Informasi Forwarding.
4. Sistem Informasi Pergudangan.
5. Sistem Informasi SDM
6. Sistem Informasi Poliklinik
7. Aplikasi Audit Internal (Pengawasan SPI)
8. Sistem Persediaan ATK/Cetakan
9. Sistem Inventarisasi Peralatan Kantor
10. Sistem Electronic Data Interchange (EDI) untuk pengiriman dokumen PEB
11. Website dan intranet.

Sumber :
Richardus Eko Indrajit, Richardus Djokopranoto.2002.Konsep Manajemen
Supply Chain.Grasindo.
Gregorius Chandra, Fandy Tjiptono, Yanto Chandra.2004. Pemasaran
Global:Internasionalisasi dan internetisasi. Penerbit andi.



{June 27, 2009}   ” TEKNOLOGI INFORMASI “

TEKNOLOGI INFORMASI

Dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan:
lebih cepat
lebih luas sebarannya, dan
lebih lama penyimpanannya.
Agar lebih mudah memahaminya mari kita lihat perkembangan di bidang teknologi informasi. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.



TEKNOLOGI VIDEO EDITING CYBERLINK POWER DIRECTOR

Video Editing dengan fasilitas lengkap dari Cyberlink. Power Director adalah software video editing untuk memanipulasi file Wave, MP3, AVI, DAT dan MPEG. Fasilitas dari Power director memiliki sistem editing seperti Join, transition, cut, title, tiling dan audio. Juga tambahan pada manipulasi color video seperti bright, saturation, contrast dan lainnya. Melakukan editing dari Power Director cukup melakukan drag dan drop. Fungsi ini sangat memudahkanpadaeditingvideotentunya.

Power Director membedakan software Video editing dari pembuat lainnya. Khusus untuk output memang dikhususkan pada teknologi MPEG dan MPEG2. Pada software lain, masih mengunakan plug-in untuk mengeluarkan output video seperti Adobe Premiere. Power Director dapat dikatakan sebagai software powerfull untuk editing gambar walaupun tidak selengkap software Video editing lainnya. Tetapi dengan Power Producer sudah cukup untuk mengedit dan membuat efek pada Video file yang akan dibuat. Software ini juga memiliki fitur untuk meng-capture audio atau video dari perangkat keras lainnya, serta dapat melakukanoutputuntukDVtapevideo.



SOFTWARE HDR ATAU HIGH DYNAMIC RANGE

HDR digunakan untuk memperkaya sebuah gambar dari bidikan digital camera. Tetapi bisa juga digunakan untuk memperbaiki gambar yang kurang pencahayaan sampai memberikan tampilan gambar berbeda dibandingkan gambar asli. Dynamic Photo HDR menawarkan 2 cara untuk proses menjadi gambar HDR yaitu single file dan multi file.

Bila penguna Dynamic Photo HDR hanya ingin merubah gambar asli dari JPG, Dynamic Photo HDR mampu membuat perubahan ke file HDR dengan simulasi via software. Dengan single file lebih mudah, tetapi fitur dari software Dynamic Photo HDR tidak menyediakan tone mapping untuk single file. Cara kedua sebagai cara terbaik adalah multiple file, dengan minimal 3 buah file yang berbeda expose. Software Dynamic Photo HDR hanya perlu menerima 3 file dengan berbedaa exposure. Misalnya photographer mengambil semua bidang gambar atau pemandangan yang akan diambil oleh digital camera, pada awalnya harus mengambil 3 gambar dengan waktu berbeda dengan exposure berbeda. Biasanya digunakan tripod agar gambar tidak bergera. Hasil capture nantinya dimasukan kedalam Dynamic Photo HDR untuk digabungkan menjadi satu gambar. Baik single file dan multi file sebenarnya sama saja, tetapi hasil yang dapat dihasilkan adalah dengan 3 gambar secara simulasi untuk menghasilkan sebuah gambar HDR Dynamic Photo HDR tidak saja mampu mengabungkan 3 gambar dengan perbedaan exposure. Tetapi mampu merubah dan memperkaya dari warna dan efek yang ada dari sebuah gambar saja. Penguna software Dynamic Photo HDR dapat melakukan penambahan efek seperti meningkatkan warna dengan Color Saturation, Vivid atau menambahkan efek pada bidang fokus dan efek permukaan pada gambar dengan Dramitic light radius, Ligh Strength dan Surface Smoothness.



VIDEO EDITING DENGAN SOFTWARE ULEAD VIDEO STUDIO

Salah satu software yang mudah untuk transfer dan mengedit video adalah dengan Ulead Video Studio. Berikut ini langkah2 sederhana untuk mentransfer video dengan Ulead Video Studio (tidak memakai MovieWizard). Bagaimana cara menggunakan Ulead Video Studio 9. (Sudah ada versi 10 dan hamper sama dasar penggunaannya)
Untuk mentransfer video :
a.Siapkan handycam dan kaset yang akan ditransfer.
b.Masukkan ujung kabel firewire dari pc ke port firewire yang ada di handycam.
c.Nyalakan Handycam ke mode playback/VCR,
d.Buka Ulead Video Studio 9 – Apabila muncul Start Up Screen – Pilih VideoStudio Editor
e.Klik “Capture”, Klik “Capture Video” (Ada icon handycam)
f.Kemudian centang “Split by scene”. Ini untuk memotong2 video menjadi file2 sesuai adegan yang Anda ambil.
g.Pada “Capture Folder” pilih drive dan folder yang mempunyai sisa paling banyak. 1 jam transfer membutuhkan kurang lebih 13 giga.
h.Dibawah layar ada control untuk memainkan, memajukan atau memundurkan kaset anda. Apabila sudah berada di bagian awal yang ingin Anda transfer kemudian klik tombol “Capture Video”. Lama proses capture ini adalah sesuai durasi video.
i.Setelah selesai transfer klik “Stop Video”. Maka file Video yang Anda transfer akan masuk ke dalam Video Library di bagian “Edit”.
j.Drag dan drop file2 video tersebut ke storyboard (kotak di bawah) sesuai dengan keinginan anda. Anda bisa menambahkan Effect,Title,Overlay dan Sound dalam video Anda. Cara memotong video,menambah Effect, Title, Overlay dan Sound akan saya jelaskan lain waktu.
k.Setelah selesai Anda bisa menjadikan mpg video Anda dengan mengklik “Share” kemudian Create Video File – Pilih VCD PAL – Masukkan nama file – Save. Setelah selesai Anda bisa memburning file mpg tadi mejadi VCD.



et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.